Sabtu, 31 Mei 2014

KONSEP DASAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

KONSEP DASAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

DIPRESENTASIKAN OLEH :
                           Dra. Hj. Elih Yuliah, M.Ag      

                     Guru Pendidikan Agama Islam
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Brawijaya
Jln. Brawijaya No. 15 Kota Sukabumi
                     2011 M



PENGERTIAN DASAR
PENELITIAN TINDAKAN KELAS:
(CLASSROOM ACTION REASEARCH)

1.      PENELITIAN
ADALAH KEGIATAN MENCERMATI SUATU OBJEK DENGAN MENGGUNAKAN ATURAN METODOLOGI TERTENTU UNTUK MEMPEROLEH DATA YANG BERMANFAAT BAGI PENELITI.
2.      TINDAKAN
ADALAH GERAK KEGIATAN YANG SENGAJA DILAKUKAN DENGAN TUJUAN TERTENTU
3.      KELAS
ADALAH SEKELOMPOK YANG  DALAM WAKTU YANG SAMA MENERIMA PELAJARAN YANG SAMA DARI SEORANG GURU.

PENGERTIAN KELAS

KELAS ADALAH SEKELOMPOK TINGKATAN PESERTA DIDIK YANG SEDANG BELAJAR.
BELAJAR TIDAK SELAMANYA TERBATAS DALAM RUANG TERTUTUP, BISA SAJA BELAJAR KETIKA SEDANG MENGADAKAN RIHLAH (KARYAWISATA). OLEH SEBAB ITU, PENGERTIAN KELAS DI SINI BUKAN LOKAL (RUANGAN), TETAPI JENJANG PENDIDIKAN, SEPERTI KELAS III A, KELAS II B. KATA KELAS DALAM PENYEBUTAN TERSEBUT ADALAH JENJANG DALAM SATUAN PENDIDIKAN.
PENGERTIAN PTK

PENELITIAN TINDAKAN KELAS: KEGIATAN ILMIAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE TERTENTU DALAM RANGKA MENGAMATI SELURUH KEGIATAN YANG TERJADI DALAM KELAS.
CONTOH : MASALAH SISWA TERLAMBAT DATANG KE SEKOLAH. LATAR BELAKANG PENYEBAB KEMUNGKINAN:
1.      BANGUN TIDUR KESIANGAN
2.      JARAK ANTARA RUMAH DENGAN SEKOLAH JAUH
3.      SUSAH KENDARAAN
4.      LALU LINTAS MACET
5.      GURU MEMBOSANKAN

TUJUAN DAN MANFAAT PTK

TUJUAN PTK :
1.      MEMECAHKAN PERMASALAHAN (PROBLEM SOLVING) NYATA YANG TERJADI DI KELAS.
2.      TERJADINYA PERBAIKAN ATAU PENINGKATAN PELAYANAN PENDIDIKAN DALAM KONTEK PEMBELAJARAN.

MANFAAT PTK :
1.      INOVASI PEMBELAJARAN
2.      PENGEMBANGAN KURIKULUM
3.      PENINGKATAN PROFESIONALISME PENDIDIKAN (PROF. H. SUPARDI)
KARAKTERISTIK PTK
1.      ADANYA PERSOALAN DALAM PEMBELAJARAN, BAIK YANG TERKAIT DENGAN PROSES MAUPUN PRODUK PEMBELAJARAN.
2.      PENELITIAN YANG DIIKUTI DENGAN TINDAKAN UNTUK MEMPERBAIKI KBM. CONTOH PENELITIAN “MENGENAI SISWA SERING TERLAMBAT DATANG KE SEKOLAH”. JIKA PENELITIAN HANYA INGIN TAHU SAJA, TANPA ADA UPAYA TINDAKAN UNTUK MEMPERBAIKI, MAKA ITU BUKAN PTK.
3.      PTK TIDAK UNTUK DIGENERALISASIKAN.

CIRI POKOK PTK

1.      INKUIRI REFLEKTIF, PTK BERANGKAT DARI PERMASALAHAN PEMBELAJRAN RIL YANG DIHADAPI SEHARI-HARI. PTK UNTUK MEMPERBAIKI HAL PRAKTIS SECARA LANGSUNG, DI SINI DAN SEKARANG (RAKA JONI, 1998).
2.      KOLABORATIF, PTK ADALAH UPAYA BERSAMA DARI BERBAGAI PIHAK UNTUK MEWUJUDKAN PERBAIKAN KBM YANG DIINGINKAN. KOLABORASI DILAKUKAN SECARA TOTAL, SEJAK PERENCANAAN, PELAKSANAAN TINDAKAN, OBSERVASI EVALUASI, DAN REFLEKSI, BAHKAN SAMPAI MENYUSUSN LAPORAN.
3.      REFLEKTIF, PTK BERBEDA DENGAN PENELITIAN FORMAL (LEBIH MENGUTAMAKAN PENDEKATAN EMPIRIS EKSPERIMENTAL). PTK LEBIH MENEKANKAN KEPADA PROSES REFLEKSI TERHADAP PROSES DAN HASIL PENELITIAN.
PRINSIP PTK

1.      BERKELANJUTAN SECARA SIKLUS SAMPAI TERJADINYA PENINGKATAN ATAU KESEMBUHAN SYSTEM, PROSES, HASIL, DAN LAIN SEBAGAINYA DALAM KBM.
2.      BAGIAN INTEGRAL DARI PEMBELAJARAN, TIDAK MENUNTUT KEKHUSUSAN WAKTU MAUPUN METODE PENGUMPULAN DATA. SEMUA BERJALAN SELARAS DENGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. DENGAN CATATAN PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN DIREKAM DAN DILAPORKAN SECARA SISTEMIK DAN TERKENDALI MENURUT KAIDAH ILMIAH.
3.      MASALAH YANG DITELITI MASALAH PEMBELAJARAN YANG NYATA MERISAUKAN TANGGUNG JAWAB PROFESSIONAL. DIAGNOSIS MASALAH BERLANGSUNG DALAM KONTEK PEMBELAJARAN NYATA, BUKAN PADA KAJIAN AKADEMIK.



LANGKAH-LANGKAH PTK

  1. PERENCANAAN ( PLANING ) PENELITIAN MENJELASKAN TENTANG APA, MENGAPA, KAPAN, DIMANA OLEH SIAPA, DAN BAGAIMANA TINDAKAN TERSEBUT DILAKUKAN.
  2. PELAKSANAAN/ TINDAKAN ( ACTING) MELAKSANAKAN IMPLEMENTASI ATAU PENERAPAN ISI RANCANGAN MENGENAI TINDAKAN SECARA SINKRON.
  3. PENGAMATAN (OBSERVING) KEGIATAN PENGAMATAN YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMAAN ANTARA PROSES PEMBELAJARAN DENGAN KEGIATAN PENELITIAN. PENGAMATAN HENDAKNYA MENCATAT APA YANG TERJADI UNTUK MEMPEROLEH DATA YANG AKURAT UNTUK PERBAIKAN SIKLUS BERIKUTNYA.
  4. REFLEKSI (REFLECTING) KEGIATAN REFLEKSI (PEMANTAUAN) DILAKUKAN SESUDAH SELESAI MELAKUKAN TINDAKAN. GURU PELAKSANA TINDAKAN DENGAN PENGAMAT(JIKA KOLABORASI) MENDISKUSIKAN TENTANG KEGIATAN TINDAKAN YANG TELAH DILAKUKAN (+) DENGAN KATA LAIN GURU PELAKSANA SEDANG MELAKUKAN EVALUASI DIRI.






MASALAH

PERENCANAAN

PENGAMATAN

REFLEKSI

PERENCANAAN

PENGAMATAN

REFLEKSI

?

PELAKSANAAN

SIKLUS II

MASALAH BARU

PELAKSANAAN

SIKLUS I
 




















LATAR BELAKANG MUNCULNYA KTSP
            Mula-mula sekali tujuan pendidikan itu ialah meningkatkan derajat kemanusiaan manusia. Karena itu tugas pendidik adalah  membantu manusia menjadi manusia.  ini sudah disebut orang Yunani kira-kira 600 tahun sebelum masehi.
      Tujuan pendidikan seperti itu lama kelamaan akan berkembang dalam bentuk terspesialisasi misalnya mendidik manusia pemikir, mendidik manusia pekerja, mendidik manusia menghukum, dll. Lama-kelamaan aspek terpenting yaitu manusia terlupakan ini sangat berbahaya.
            Tadinya pendidikan itu bukanlah tugas negara, melainkan tugas pendidik yaitu orang-orang yang telah merasa wajib membantu manusia menjadi manusia. Lama kelamaan Negara ikut mengatur pendidikan. Inipun tidak salah.
            Tidaklah salah bila negara ikut mengatur pendidikan, karena negara itu dibangun oleh rakyat dan ditugasi oleh rakyat untuk mengatur orang banyak. Yang salah ialah tatkala negara mengatur menurut kehendaknya sendiri, suara rakyat tidak lagi ikut mengatur negara. Inilah yang disebut dengan sentralisasi.
            Sentralisasi ialah teori politik pemerintahan, memiliki ciri-ciri pemerintahan diktator. Kecendrungannya ialah kurang memperhatikan kebutuhan rakyat yang bersifat spesifik. Lawan sentralisasi ialah desentralisasi.
            Pada zaman orde baru politik pendidikan pemerintah bersifat sentralisasi. Ini sangat merugikan rakyat Indonesia yang karena luas dan besarnya memiliki kekhasan-kekhasan tertentu.
            Sentralisasi di bidang pendidikan berarti perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan dilakukan oleh pemerintah pusat. Sekarang kita merasakan akibat politik pendidikan tersebut yang sebenarnya dimulai sejak kemerdekaan.
            Pada awal abad 1998 muncullah gerakan reformasi yang mengajukan berbagai pembaharuan, baik dalam bidang politik, maupun ekonomi, hukum kerangka yang menuntun pembaharuan itu ialah demokratisasi. Nah perubahan sentralisasi ke desentralisasi adalah salah satu aplikasi demokratisasai itu.
            Mulai pertengahan zaman orde baru, desentralisasi pendidikan sudah dimulai yaitu adanya “kurlok” mulai dari dua mata pelajaram dan diberikan sampai enam mata pelajaran.
            Nah sejalan dengan itu desentralisasi pendidikan diterapkan mengikuti desentralisasi pengaturan pemerintahan yaitu “otonomi”.
            Pada tahap pertama otonomi itu berupa pengetahuan pendidikan pada tingkat kabupaten/kota dalam pelaksanaannya otonomi tingkat kabupaten/kota ialah pembiayaan pendidikan diserahkan ke kabupaten/kota. Itu belum mengenai jantungnya otonomi pendidikan. Jantungnya itu ialah perencanaan kurikulum.
            Otonomi pada kurikulum dimulai pada kurikulum “KBK” yaitu kurikulum dan silabus diserahkan pada tingkat kabupaten disesuaikan dengan kompetensi. Kompetensi apa saja yang diperlukan secara spesifik di kabupaten itu. Tetapi, dan ini benar, daftar kompetensi pokok tetap datang dari pemerintah pusat (Syarat menjadi warga negara).
            Belum selesai konsep ini dilaksanakan pemerintah pusat lantas mengeluarkan kebijakan baru yaitu setiap sekolah bahkan setiap guru harus membuat kurikulum. Nah konsep inilah yang disebut KTSP. Jadi ada beberapa tingkat perubahan.
Fase I.      Kurikulum dibuat oleh pusat semua.
Fase II.    Kabupaten boleh membuat kurlok.
Fase III.   KBK (fase ke II dan ke III itu masih dalam tingkat kabupaten.
Fase IV.   Langsung melompat pada satuan-satuan pendidikan. Menurut dugaan fase inilah fase terakhir. Pada fase keempat ini yaitu kurikulum pada tingkat satuan pendidikan otonomi itu telah diberikan kepada kepala sekolah dan guru-gurunya.

Kesimpulan
                 Ada dua latar belakang yang melatarbelakangi munculnya KTSP.
1.      Latar belakang politik yaitu politik sentralisasi ke desentralisasi.
2.      Latar belakang pendidikan. Yaitu sesuai dengan filsafat pendidikan dan ilmu pendidikan memang pendidikan yang otonomi memanusiakan manusia itu tidaklah persis sama antara satu daerah dengan daerah lainnya.



Komponen Kelas yang Dapat Diteliti

1.    Siswa
Dapat diteliti ketika sedang mengikuti pembelajaran di kelas/alam terbuka (lapangan) / laboratorium, termasuk ketika sedang mengerjakan PR di rumahnya.

2.    Guru
Dapat diteliti ketika seorang guru sedang mengajar di kelas, membimbing murid ketika piknik, atau sedang melakukan kunjungan.

3.    Materi pembelajaran
Dapat dicermati ketika sedang oleh seorang guru atau ditugaskan kepada siswa. Apakah seorang guru menugaskan pelajaran yang telah dipahami oleh murid atau belum.

4.    Peralatan atau sarana pembelajaran
Dapat diteliti jenis media apa yang digunakan oleh seorang guru ketika menyampaikan pelajaran.

5.    Hasil pembelajaran
Dapat diteliti hasil penerapan suatu metode atau media pembelajaran pada siswa.

6.    Lingkungan
Dapat diteliti perihal lingkungan tempat siswa belajar, apakah kondusif untuk belajar, sikap masyarakat sekitar kampus terhadap sekolah, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, dll.

7.    Pengelolaan kelas
Dapat diteliti tentang pengelompokan murid oleh guru, pengaturan tempat duduk siswa, penempatan papan tulis, dll.
MENGAPA PENELITIAN TINDAKAN KELAS ITU PENTING?
ADA BEBEAPA ALASAN PTK MERUPAKAN SUATU KEBUTUHAN BAGI GURU UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALITAS SEORANG GURU.
1.      PTK SANGAT KONDUSIP UNTUK MEMBUAT GURU MENJADI PEKA DAN TANGGAP REFLEKRTIF DAN KRITIS TERHADAP APA YANG DIA DAN MURIDNYA LAKUKAN.
2.      PTK DAPAT MENINGKATAKAN KINERJA GURU SEHINGGA MENJADI PROFESIONAL. GURU TIDAK LAGI SEBAGAI SEORANG PRAKTISI, YANG SUDAH MERASA PUAS TERHADAP APA YANG DIKERJAKAN SELAMA BERTAHUN-TAHUN SEBAGAI PENELITI DIBIDANGNYA.
3.      DENGAN MELAKSANAKAN TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PTK, GURU MAMPU MEMPERBAIKI PROSES PEMBELANJARAN MELALUI SUATU KAJIAN YANG MENDALAM TERHADAP APA YANG TERJADI DIKELASNYA. TINDAKAN YANG DILAKUKAN GURU SEMATA-MATA DIDASARKAN PADA MASALAH AKTUAL DAN FAKTUAL YANG BERKEMBANG DI KELASNYA.
4.      PELAKSANAAN PTK TIDAK MENGGANGGU TUGAS POKOK SEORANG GURU KARENA DIA TIDAK PERLU MENINGGALKAN KELASNYA. PTK MERUPAKAN SUATU KEGIATAN PENELITIAN YANG TERINTEGRASI DENGAN PELAKSNAAN PROSES PEMBELAJARAN.
5.      DENGAN MELAKSANAKAN PTK GURU MENJADI KREATIF KARENA SELALU DITUNTUT MELAKUKAN UPAYA INOVASI SEBAGAI IMPLEMENTASI DAN ADAPTASI BERBAGAI TEORI DAN TEKNIK PEMBELAJRAN SERTA BAHAN AJAR YANG DIPAKAINYA.

HAKIKAT   PTK
PTK PERTAMA KALI DIPERKENALKAN OLEH AHLI PSIKOLOGI SOSIAL AMERIKA YANG BERNAMA KURT LEWIN PADA TAHUN 1946. INTI GAGASAN LEWIN INILAH YANG SELANJUTNYA DIKEMBANGKAN OLEH AHLI-AHLI LAIN SEPEERTI STEPHEN KEMMIS, ROBBIN MC TAGGART, JOHN ELLIOT, DAVE EBBUTT DAN SEBAGAINYA.
PTK DI INDONESIA  BARU DIKENAL PADA AKHIR DEKADE 80-AN. OLEH KARENANYA, SAMPAI DEWASA INI KEBERADAANNYA SEBAGAI SALAH SATU JENIS PENELITIAN MASIH SERING MENJADIKAN PRO DAN KONTRA, TERUTAMA, JIKA DIKAITKAN DENGAN  BOBOT KEILMIHANNYA.
PTK ADALAH PENELITIAN TINDAKAN YANG DILAKSANAKAN GURU DI DALAM KELAS. MENURUT JOHN ELLIOT ( 1982) BAHWA YANG DIMAKSUD PTK ADALAH KAJIAN TENTANG SITUASI SOSIAL DENGAN MAKSUD UNTUK MENINGKATKAN KUALITAN TINDAKAN DI DALAMNYA. SELURUH PROSES MENCAKUP, TELAAH, DIAGNOSIS, PERENCANAAN, PELAKSANAAN, PEMANTAUAN DAN PENGARUH MENCIPTAKAN HUBUNGAN  YANG DIPERLUKAN ANTARA EVALUASI DIRI DARI PERKEMBANGAN PROFESIONAL.
LEBIH LANJUT, DIJELASKAN OLEH HARDJODIPURO BAHWA PTK ADALAH SUATU PENDEKATAN UNTUK MEMPERBAIKI PENDIDIKAN MELALUI PERUBAHAN, DENGAN MENDORONG PARA GURU UNTUK  MEMIKIRKAN PRAKTEK MENGAJARNYA SENDIRI, AGAR KRITIS TERHADAP PRAKTIK TERSEBUT DAN AGAR MAU UNTUK MENGUBAHNHYA. 
URGENSI PTK BAGI GURU

1.   Membuat guru peka dan tanggap terhadap pembelajaran di kelasnya.
2.   Guru menjadi reflektif dan kritis terhadap apa yang dia dan murid lakukan.
3.   Meningkatkan kinerja (profesionalitas) guru, sehingga guru tidak lagi sebagai praktisi dengan apa yang dia kerjakan, tanpa ada upaya perbaikan dan inovasi.
4.   Dengan tahapan-tahapan PTK guru mampu memperbaiki proses pembelajaranya melalui suatu kajian yang dalam terhadap apa yang terjadi di kelas (Aktual maupun Faktual).
5.   PTK tidak mengganggu tugas pokok, karena terintegrasi antara tugas pokok (Proses Pembelajaran) dan Penelitian.
6.   PTK dapat membuat guru kreatif dan inovatif. Selalu memperhatikan kelemahan dan berupaya mencari solusi.




JENIS-JENIS PTK

1.    PTK diagnostik ialah penelitian yang dirancang dengan menuntun peneliti kearah suatu tindakan. Peneliti melakukan diagnosis dan memasuki situasi yang terdapat di dalam latar penelitian (Contoh perselisihan antar siswa di dalam kelas dengan cara mendiagnosis situasi yang melatar belakangi situasi tersebut)

2.    PTK partisipan ialah peneliti terlibat langsung di dalam proses penelitian sejak awal sampai akhir laporan penelitian.

3.    PTK empiris ialah peneliti berupaya melaksanakan aksi dan pembukuan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama aksi berlangsung (pengalaman peneliti).

4.    PTK eksperimental ialah apabila dilakukan dengan berupaya menerapkan berbagai teknik atau strategi secara efektif di dalam suatu kegiatan belajar mengajar.




MENYUSUN USULAN PTK

1.    Menyusun rencana penelitian
Rencana penelitian merupakan langkah pertama dari rangkaian penelitian. Usulan penelitian terdiri dari :
a.  Judul Penelitian Tindakan Kelas : Apa Judulnya?
b. Bab Pendahuluan, yang meliputi latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian.
c.  Tinjauan pustaka; melacak teori yang biasa digunakan untuk melakukan penelitian atau pernah digunakan oleh orang lain dalam masalah yang sama.
d. Penentuan metodologi penelitian; metode apa yang akan digunakan dalam penelitian (kualitatif atau kuantitatif). Penentuan metode penelitian terkait dengan sifat atau karakteristik masalah yang akan diteliti

2.    Prosedur penelitian
·    Jelaskan objek penelitian (bidang apa?), waktu yang dibutuhkan selama penelitian (berapa lama), lokasi penelitian (di mana?)
·    Dianjurkan sekali dibuat table rencana dan prosedur penelitian yang mencantumkan waktu dan jenis kegiatan penelitian.



SISTEMATIKA USUSLAN PTK

A.  Judul Penelitian
Judul harus singkatdan spesifik, namun dapat menggambarkan masalah yang akan diteliti. Contoh : Upaya Meningkatkan Prestasi Belajara SIswa Kelas … dalam Mata Pelajaran Agama dengan Menggunkana Metode…

B.  Pendahuluan
Pendahuluan harus menggambarkan mengapa masalah tersebut diteliti dan kenapa Anda tertarik meneliti masalah tersebut.

C.  Perumusan Masalah
Rumuskan masalah beberapa masalah yang teridentifikasi dalam bentuk pernyataan, untuk kemudian dirumuskan dalam berntuk pertanyaan.

D.  Kajian Pustaka
Jelaskan beberapa hasil penelitian atau tulisan yang terkait dengan masalah yang diteliti(jika sudah ada yang meneliti), metode apa yang digunakan oleh tulisan tersebut, dan beberapa hal yang menyangkut isi penelitian.

E.   Metode Penelitian
Jelaskan jenis metodologi yang digunakan dalam penelitian tersebut dan jelaskan alasan memilih metode tersebut.

F.   Jadwal Penelitian
Jelaskan kapan rencana waktu mulai dan berakhirnya penelitian yang dilakukan. Dianjurkan membuat jadwal penelitian dalam bentuk tabel.

Menyusun Laporan PTK

1.    Menyusun Abstrak
Isi abstrak adalah : perumusan, tujuan, prosedur, dan hasil penelitian.

2.    Pendahuluan
Memuat Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Analisis dan Rumusan Masalah, Tujuan dan Kegunaan Penelitian.

3.    Kajian Pustaka
Sebutkan beberapa hasil penelitian orang lain yang relevan dengan masalah yang diteliti dan sebutkan beberapa kesimpulan di dalamnya, beserta komentar Anda terhadap hasil penelitian orang itu.

4.    Pelaksanaan Penelitian
Menjelaskan lokasi, waktu, karakteristik, informan, dan beberapa hal yang terkait.

5.    Hasil Penelitian
Sajikan hasil penelitian dengan data yang lengkap, dimulai dari perncanaan, pelaksanaan pengamatan, dan refleksi yang berisi tentang beberapa aspek keberhasilan.



RAMBU-RAMBU DALAM MENYUSUN LAPORAN PTK
A.  HALAMAN SAMPUL
B.   HALAMAN PENGESAHAN
C.   ABSTRAK
D.  KATA PENGANTAR
E.   DAFTAR ISI
F.     BAB I PENDAHULUAN:
1.              LATAR BELAKANG
2.             RUMUSAN MASALAH
3.             TUJUAN
4.             HIPOTESIS TINDAKAN
5.             MANFAAT
G.       BAB II   KAJIAN PUSTAKA:
H.       BAB III METODE:
l. RANCANGAN PENELITIAN
   a. PERENCANAAN TINDAKAN
   b. PELAKSANAAN TINDAKAN
   c. PENGAMATAN
   d. REFLEKSI
2. SETTING PENELITIAN
3. PENGUMPULAN DATA
4. ANALISIS DATA
                                           I. BAB IV  HASIL DAN PEMBAHASAN
                                           J. BAB V  PENUTUP
                                                 1. SIMPULAN
                                                2. SARAN
                                                DAFTAR PUSTAKA
                                       LAMPIRAN.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar