KONSEP DASAR PENELITIAN TINDAKAN
KELAS
DIPRESENTASIKAN OLEH :
Dra.
Hj. Elih Yuliah, M.Ag
Guru Pendidikan Agama Islam
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Brawijaya
Jln. Brawijaya No. 15 Kota Sukabumi
2011
M
PENGERTIAN DASAR
PENELITIAN TINDAKAN KELAS:
(CLASSROOM ACTION REASEARCH)
1.
PENELITIAN
ADALAH KEGIATAN MENCERMATI SUATU OBJEK DENGAN
MENGGUNAKAN ATURAN METODOLOGI TERTENTU UNTUK MEMPEROLEH DATA YANG BERMANFAAT
BAGI PENELITI.
2.
TINDAKAN
ADALAH GERAK KEGIATAN YANG SENGAJA DILAKUKAN DENGAN
TUJUAN TERTENTU
3.
KELAS
ADALAH
SEKELOMPOK YANG DALAM WAKTU YANG SAMA MENERIMA PELAJARAN YANG SAMA DARI
SEORANG GURU.
PENGERTIAN KELAS
KELAS ADALAH SEKELOMPOK TINGKATAN
PESERTA DIDIK YANG SEDANG BELAJAR.
BELAJAR TIDAK
SELAMANYA TERBATAS DALAM RUANG TERTUTUP, BISA
SAJA BELAJAR KETIKA SEDANG MENGADAKAN RIHLAH (KARYAWISATA). OLEH SEBAB ITU,
PENGERTIAN KELAS DI SINI BUKAN LOKAL (RUANGAN), TETAPI JENJANG PENDIDIKAN,
SEPERTI KELAS III A, KELAS II B. KATA KELAS DALAM PENYEBUTAN TERSEBUT ADALAH JENJANG DALAM SATUAN PENDIDIKAN.
PENGERTIAN PTK
PENELITIAN
TINDAKAN KELAS: KEGIATAN ILMIAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE TERTENTU DALAM RANGKA
MENGAMATI SELURUH KEGIATAN YANG TERJADI DALAM KELAS.
CONTOH : MASALAH SISWA TERLAMBAT DATANG
KE SEKOLAH. LATAR BELAKANG PENYEBAB KEMUNGKINAN:
1.
BANGUN TIDUR
KESIANGAN
2.
JARAK ANTARA
RUMAH DENGAN SEKOLAH JAUH
3.
SUSAH KENDARAAN
4.
LALU LINTAS
MACET
5.
GURU MEMBOSANKAN
TUJUAN DAN MANFAAT PTK
TUJUAN PTK :
1.
MEMECAHKAN
PERMASALAHAN (PROBLEM SOLVING) NYATA YANG TERJADI DI KELAS.
2. TERJADINYA PERBAIKAN ATAU PENINGKATAN PELAYANAN
PENDIDIKAN DALAM KONTEK PEMBELAJARAN.
MANFAAT PTK :
1.
INOVASI
PEMBELAJARAN
2.
PENGEMBANGAN
KURIKULUM
3.
PENINGKATAN
PROFESIONALISME PENDIDIKAN (PROF. H. SUPARDI)
KARAKTERISTIK PTK
1. ADANYA PERSOALAN DALAM PEMBELAJARAN, BAIK YANG
TERKAIT DENGAN PROSES MAUPUN PRODUK PEMBELAJARAN.
2. PENELITIAN YANG DIIKUTI DENGAN TINDAKAN UNTUK
MEMPERBAIKI KBM. CONTOH PENELITIAN “MENGENAI SISWA SERING TERLAMBAT DATANG KE
SEKOLAH”. JIKA PENELITIAN HANYA INGIN TAHU SAJA, TANPA ADA UPAYA TINDAKAN UNTUK
MEMPERBAIKI, MAKA ITU BUKAN PTK.
3.
PTK TIDAK UNTUK
DIGENERALISASIKAN.
CIRI POKOK PTK
1.
INKUIRI
REFLEKTIF, PTK BERANGKAT DARI PERMASALAHAN PEMBELAJRAN RIL YANG DIHADAPI
SEHARI-HARI. PTK UNTUK MEMPERBAIKI HAL PRAKTIS SECARA LANGSUNG, DI SINI DAN
SEKARANG (RAKA JONI, 1998).
2.
KOLABORATIF, PTK
ADALAH UPAYA BERSAMA DARI BERBAGAI PIHAK UNTUK MEWUJUDKAN PERBAIKAN KBM YANG
DIINGINKAN. KOLABORASI DILAKUKAN SECARA TOTAL, SEJAK PERENCANAAN, PELAKSANAAN
TINDAKAN, OBSERVASI EVALUASI, DAN REFLEKSI, BAHKAN SAMPAI MENYUSUSN LAPORAN.
3.
REFLEKTIF, PTK
BERBEDA DENGAN PENELITIAN FORMAL (LEBIH MENGUTAMAKAN PENDEKATAN EMPIRIS
EKSPERIMENTAL). PTK LEBIH MENEKANKAN KEPADA PROSES REFLEKSI TERHADAP PROSES DAN
HASIL PENELITIAN.
PRINSIP PTK
1. BERKELANJUTAN SECARA SIKLUS SAMPAI TERJADINYA
PENINGKATAN ATAU KESEMBUHAN SYSTEM, PROSES, HASIL, DAN LAIN SEBAGAINYA DALAM
KBM.
2. BAGIAN INTEGRAL
DARI PEMBELAJARAN, TIDAK MENUNTUT KEKHUSUSAN WAKTU MAUPUN METODE PENGUMPULAN
DATA. SEMUA BERJALAN SELARAS DENGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. DENGAN CATATAN
PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN DIREKAM DAN DILAPORKAN SECARA SISTEMIK DAN
TERKENDALI MENURUT KAIDAH ILMIAH.
3. MASALAH YANG DITELITI MASALAH PEMBELAJARAN YANG
NYATA MERISAUKAN TANGGUNG JAWAB PROFESSIONAL. DIAGNOSIS MASALAH BERLANGSUNG
DALAM KONTEK PEMBELAJARAN NYATA, BUKAN PADA KAJIAN AKADEMIK.
LANGKAH-LANGKAH PTK
- PERENCANAAN (
PLANING ) PENELITIAN MENJELASKAN TENTANG APA, MENGAPA, KAPAN, DIMANA OLEH
SIAPA, DAN BAGAIMANA TINDAKAN TERSEBUT DILAKUKAN.
- PELAKSANAAN/
TINDAKAN ( ACTING) MELAKSANAKAN IMPLEMENTASI ATAU PENERAPAN ISI RANCANGAN
MENGENAI TINDAKAN SECARA SINKRON.
- PENGAMATAN
(OBSERVING) KEGIATAN PENGAMATAN YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMAAN ANTARA
PROSES PEMBELAJARAN DENGAN KEGIATAN PENELITIAN. PENGAMATAN HENDAKNYA
MENCATAT APA YANG TERJADI UNTUK MEMPEROLEH DATA YANG AKURAT UNTUK
PERBAIKAN SIKLUS BERIKUTNYA.
- REFLEKSI
(REFLECTING) KEGIATAN REFLEKSI (PEMANTAUAN) DILAKUKAN SESUDAH SELESAI
MELAKUKAN TINDAKAN. GURU PELAKSANA TINDAKAN DENGAN PENGAMAT(JIKA
KOLABORASI) MENDISKUSIKAN TENTANG KEGIATAN TINDAKAN YANG TELAH DILAKUKAN (+)
DENGAN KATA LAIN GURU PELAKSANA SEDANG MELAKUKAN EVALUASI DIRI.
|
MASALAH
|
|
PERENCANAAN
|
|
PENGAMATAN
|
|
REFLEKSI
|
|
PERENCANAAN
|
|
PENGAMATAN
|
|
REFLEKSI
|
|
?
|
|
PELAKSANAAN
|
|
SIKLUS
II
|
|
MASALAH
BARU
|
|
PELAKSANAAN
|
|
SIKLUS
I
|
LATAR BELAKANG MUNCULNYA KTSP
Mula-mula sekali tujuan pendidikan
itu ialah meningkatkan derajat kemanusiaan manusia.
Karena itu tugas pendidik adalah
membantu manusia menjadi manusia. ini sudah disebut orang Yunani kira-kira 600
tahun sebelum masehi.
Tujuan pendidikan
seperti itu lama kelamaan akan berkembang dalam bentuk terspesialisasi misalnya
mendidik manusia pemikir, mendidik manusia pekerja, mendidik manusia menghukum,
dll. Lama-kelamaan aspek terpenting yaitu manusia terlupakan ini sangat
berbahaya.
Tadinya pendidikan
itu bukanlah tugas negara, melainkan tugas pendidik yaitu orang-orang yang telah
merasa wajib membantu manusia menjadi manusia. Lama kelamaan Negara ikut
mengatur pendidikan. Inipun tidak salah.
Tidaklah
salah bila negara ikut mengatur pendidikan, karena negara itu dibangun oleh
rakyat dan ditugasi oleh rakyat untuk mengatur orang banyak. Yang salah ialah
tatkala negara mengatur menurut kehendaknya sendiri, suara rakyat tidak lagi
ikut mengatur negara. Inilah yang disebut dengan sentralisasi.
Sentralisasi ialah teori politik
pemerintahan, memiliki ciri-ciri pemerintahan diktator. Kecendrungannya ialah
kurang memperhatikan kebutuhan rakyat yang bersifat spesifik. Lawan sentralisasi ialah desentralisasi.
Pada zaman orde baru politik
pendidikan pemerintah bersifat sentralisasi. Ini sangat merugikan rakyat
Indonesia yang karena luas dan besarnya memiliki kekhasan-kekhasan tertentu.
Sentralisasi di bidang pendidikan
berarti perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan dilakukan oleh
pemerintah pusat. Sekarang kita merasakan akibat politik pendidikan tersebut
yang sebenarnya dimulai sejak kemerdekaan.
Pada awal abad 1998 muncullah
gerakan reformasi yang mengajukan berbagai pembaharuan, baik dalam bidang
politik, maupun ekonomi, hukum kerangka yang menuntun pembaharuan itu ialah
demokratisasi. Nah perubahan sentralisasi ke desentralisasi
adalah salah satu aplikasi demokratisasai itu.
Mulai pertengahan zaman orde baru,
desentralisasi pendidikan sudah dimulai yaitu adanya “kurlok” mulai dari dua
mata pelajaram dan diberikan sampai enam mata pelajaran.
Nah sejalan dengan itu desentralisasi
pendidikan diterapkan mengikuti desentralisasi pengaturan pemerintahan yaitu
“otonomi”.
Pada tahap pertama otonomi itu
berupa pengetahuan pendidikan pada tingkat kabupaten/kota dalam pelaksanaannya
otonomi tingkat kabupaten/kota ialah pembiayaan pendidikan diserahkan ke
kabupaten/kota. Itu belum mengenai jantungnya otonomi pendidikan. Jantungnya
itu ialah perencanaan kurikulum.
Otonomi pada kurikulum dimulai pada
kurikulum “KBK” yaitu kurikulum dan silabus diserahkan pada tingkat kabupaten
disesuaikan dengan kompetensi. Kompetensi apa saja yang diperlukan secara
spesifik di kabupaten itu. Tetapi, dan ini benar, daftar kompetensi pokok tetap
datang dari pemerintah pusat (Syarat menjadi warga negara).
Belum selesai konsep ini
dilaksanakan pemerintah pusat lantas mengeluarkan kebijakan baru yaitu setiap
sekolah bahkan setiap guru harus membuat kurikulum. Nah konsep inilah yang
disebut KTSP. Jadi ada beberapa tingkat perubahan.
Fase I. Kurikulum
dibuat oleh pusat semua.
Fase II. Kabupaten
boleh membuat kurlok.
Fase III. KBK
(fase ke II dan ke III itu masih dalam tingkat kabupaten.
Fase IV. Langsung
melompat pada satuan-satuan pendidikan. Menurut dugaan fase inilah fase
terakhir. Pada fase keempat ini yaitu kurikulum pada tingkat satuan pendidikan
otonomi itu telah diberikan kepada kepala sekolah dan guru-gurunya.
Kesimpulan
Ada dua latar belakang yang
melatarbelakangi munculnya KTSP.
1. Latar belakang politik yaitu politik sentralisasi ke
desentralisasi.
2. Latar belakang pendidikan. Yaitu sesuai dengan filsafat
pendidikan dan ilmu pendidikan memang pendidikan yang otonomi memanusiakan
manusia itu tidaklah persis sama antara satu daerah dengan daerah lainnya.
Komponen Kelas
yang Dapat Diteliti
1.
Siswa
Dapat diteliti ketika sedang mengikuti pembelajaran
di kelas/alam terbuka (lapangan) / laboratorium, termasuk ketika sedang
mengerjakan PR di rumahnya.
2.
Guru
Dapat diteliti ketika seorang guru sedang mengajar
di kelas, membimbing murid ketika piknik, atau sedang
melakukan kunjungan.
3.
Materi pembelajaran
Dapat dicermati ketika sedang oleh seorang guru atau
ditugaskan kepada siswa. Apakah seorang guru menugaskan pelajaran yang telah dipahami oleh murid
atau belum.
4.
Peralatan atau sarana pembelajaran
Dapat diteliti jenis media apa yang digunakan oleh
seorang guru ketika menyampaikan pelajaran.
5.
Hasil pembelajaran
Dapat diteliti hasil penerapan suatu metode atau
media pembelajaran pada siswa.
6.
Lingkungan
Dapat diteliti perihal lingkungan tempat siswa
belajar, apakah kondusif untuk belajar, sikap masyarakat sekitar kampus
terhadap sekolah, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar, dll.
7.
Pengelolaan kelas
Dapat diteliti tentang pengelompokan murid oleh
guru, pengaturan tempat duduk siswa, penempatan papan tulis, dll.
MENGAPA PENELITIAN
TINDAKAN KELAS ITU PENTING?
ADA BEBEAPA ALASAN PTK MERUPAKAN SUATU KEBUTUHAN BAGI
GURU UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALITAS SEORANG GURU.
1.
PTK SANGAT KONDUSIP UNTUK MEMBUAT GURU MENJADI PEKA DAN
TANGGAP REFLEKRTIF DAN KRITIS TERHADAP APA YANG DIA DAN MURIDNYA LAKUKAN.
2.
PTK DAPAT MENINGKATAKAN KINERJA GURU SEHINGGA MENJADI
PROFESIONAL. GURU TIDAK LAGI SEBAGAI SEORANG PRAKTISI, YANG SUDAH MERASA PUAS
TERHADAP APA YANG DIKERJAKAN SELAMA BERTAHUN-TAHUN SEBAGAI PENELITI
DIBIDANGNYA.
3.
DENGAN MELAKSANAKAN TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PTK, GURU MAMPU
MEMPERBAIKI PROSES PEMBELANJARAN MELALUI SUATU KAJIAN YANG MENDALAM TERHADAP
APA YANG TERJADI DIKELASNYA. TINDAKAN YANG DILAKUKAN GURU SEMATA-MATA
DIDASARKAN PADA MASALAH AKTUAL DAN FAKTUAL YANG BERKEMBANG DI KELASNYA.
4.
PELAKSANAAN PTK TIDAK MENGGANGGU TUGAS POKOK SEORANG GURU
KARENA DIA TIDAK PERLU MENINGGALKAN KELASNYA. PTK MERUPAKAN SUATU KEGIATAN
PENELITIAN YANG TERINTEGRASI DENGAN PELAKSNAAN PROSES PEMBELAJARAN.
5.
DENGAN MELAKSANAKAN PTK GURU MENJADI KREATIF KARENA
SELALU DITUNTUT MELAKUKAN UPAYA INOVASI SEBAGAI IMPLEMENTASI DAN ADAPTASI
BERBAGAI TEORI DAN TEKNIK PEMBELAJRAN SERTA BAHAN AJAR YANG DIPAKAINYA.
HAKIKAT PTK
PTK PERTAMA KALI DIPERKENALKAN
OLEH AHLI PSIKOLOGI SOSIAL AMERIKA YANG BERNAMA KURT LEWIN PADA TAHUN 1946.
INTI GAGASAN LEWIN INILAH YANG SELANJUTNYA DIKEMBANGKAN OLEH AHLI-AHLI LAIN
SEPEERTI STEPHEN KEMMIS, ROBBIN MC TAGGART, JOHN ELLIOT, DAVE EBBUTT DAN SEBAGAINYA.
PTK DI INDONESIA BARU DIKENAL PADA AKHIR DEKADE 80-AN. OLEH
KARENANYA, SAMPAI DEWASA INI KEBERADAANNYA SEBAGAI SALAH SATU JENIS PENELITIAN
MASIH SERING MENJADIKAN PRO DAN KONTRA, TERUTAMA, JIKA DIKAITKAN DENGAN BOBOT KEILMIHANNYA.
PTK ADALAH PENELITIAN TINDAKAN
YANG DILAKSANAKAN GURU DI DALAM KELAS. MENURUT JOHN ELLIOT ( 1982) BAHWA YANG
DIMAKSUD PTK ADALAH KAJIAN TENTANG SITUASI SOSIAL DENGAN MAKSUD UNTUK
MENINGKATKAN KUALITAN TINDAKAN DI DALAMNYA. SELURUH PROSES MENCAKUP, TELAAH,
DIAGNOSIS, PERENCANAAN, PELAKSANAAN, PEMANTAUAN DAN PENGARUH MENCIPTAKAN
HUBUNGAN YANG DIPERLUKAN ANTARA EVALUASI
DIRI DARI PERKEMBANGAN PROFESIONAL.
LEBIH LANJUT, DIJELASKAN OLEH
HARDJODIPURO BAHWA PTK ADALAH SUATU PENDEKATAN UNTUK MEMPERBAIKI PENDIDIKAN
MELALUI PERUBAHAN, DENGAN MENDORONG PARA GURU UNTUK MEMIKIRKAN PRAKTEK MENGAJARNYA SENDIRI, AGAR
KRITIS TERHADAP PRAKTIK TERSEBUT DAN AGAR MAU UNTUK MENGUBAHNHYA.
URGENSI PTK BAGI GURU
URGENSI PTK BAGI GURU
1.
Membuat guru
peka dan tanggap terhadap pembelajaran di kelasnya.
2.
Guru menjadi
reflektif dan kritis terhadap apa yang dia dan murid lakukan.
3.
Meningkatkan
kinerja (profesionalitas) guru, sehingga guru tidak lagi sebagai praktisi
dengan apa yang dia kerjakan, tanpa ada upaya perbaikan dan inovasi.
4.
Dengan
tahapan-tahapan PTK guru mampu memperbaiki proses pembelajaranya melalui suatu
kajian yang dalam terhadap apa yang terjadi di kelas (Aktual maupun Faktual).
5.
PTK tidak
mengganggu tugas pokok, karena terintegrasi antara tugas pokok (Proses
Pembelajaran) dan Penelitian.
6.
PTK dapat
membuat guru kreatif dan inovatif. Selalu memperhatikan kelemahan dan berupaya
mencari solusi.
JENIS-JENIS PTK
1.
PTK diagnostik
ialah penelitian yang dirancang dengan menuntun peneliti kearah suatu tindakan. Peneliti melakukan diagnosis dan
memasuki situasi yang terdapat di dalam latar penelitian (Contoh perselisihan
antar siswa di dalam kelas dengan cara mendiagnosis situasi yang melatar
belakangi situasi tersebut)
2.
PTK partisipan
ialah peneliti terlibat langsung di dalam proses penelitian sejak awal sampai
akhir laporan penelitian.
3.
PTK empiris
ialah peneliti berupaya melaksanakan aksi dan pembukuan apa yang dilakukan dan
apa yang terjadi selama aksi berlangsung (pengalaman peneliti).
4.
PTK eksperimental
ialah apabila dilakukan dengan berupaya menerapkan berbagai teknik atau
strategi secara efektif di dalam suatu kegiatan belajar mengajar.
MENYUSUN USULAN
PTK
1.
Menyusun rencana
penelitian
Rencana
penelitian merupakan langkah pertama dari rangkaian penelitian. Usulan
penelitian terdiri dari :
a. Judul Penelitian
Tindakan Kelas : Apa Judulnya?
b. Bab Pendahuluan, yang meliputi latar belakang penelitian, rumusan
masalah, tujuan, dan manfaat penelitian.
c. Tinjauan pustaka; melacak teori yang biasa digunakan untuk melakukan
penelitian atau pernah digunakan oleh orang lain dalam
masalah yang sama.
d. Penentuan metodologi penelitian;
metode apa yang akan digunakan dalam penelitian (kualitatif atau kuantitatif).
Penentuan metode penelitian terkait dengan sifat atau karakteristik masalah
yang akan diteliti
2.
Prosedur
penelitian
·
Jelaskan objek
penelitian (bidang apa?), waktu yang dibutuhkan selama penelitian (berapa lama), lokasi penelitian (di mana?)
·
Dianjurkan
sekali dibuat table rencana dan prosedur penelitian yang mencantumkan waktu dan
jenis kegiatan penelitian.
SISTEMATIKA
USUSLAN PTK
A.
Judul Penelitian
Judul harus singkatdan spesifik, namun dapat
menggambarkan masalah yang akan diteliti. Contoh : Upaya Meningkatkan Prestasi Belajara SIswa Kelas … dalam Mata Pelajaran
Agama dengan Menggunkana Metode…
B.
Pendahuluan
Pendahuluan harus menggambarkan mengapa masalah
tersebut diteliti dan kenapa Anda tertarik meneliti masalah tersebut.
C.
Perumusan Masalah
Rumuskan masalah beberapa masalah yang
teridentifikasi dalam bentuk pernyataan, untuk kemudian dirumuskan dalam
berntuk pertanyaan.
D.
Kajian Pustaka
Jelaskan beberapa hasil penelitian atau tulisan yang
terkait dengan masalah yang diteliti(jika sudah ada yang meneliti), metode apa
yang digunakan oleh tulisan tersebut, dan beberapa hal yang menyangkut isi
penelitian.
E.
Metode Penelitian
Jelaskan jenis metodologi yang digunakan dalam penelitian tersebut dan jelaskan alasan memilih metode tersebut.
F.
Jadwal Penelitian
Jelaskan kapan rencana waktu mulai dan berakhirnya
penelitian yang dilakukan. Dianjurkan membuat jadwal penelitian dalam bentuk
tabel.
Menyusun Laporan
PTK
1.
Menyusun Abstrak
Isi abstrak
adalah : perumusan, tujuan, prosedur, dan hasil penelitian.
2.
Pendahuluan
Memuat Latar
Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Analisis dan Rumusan Masalah, Tujuan
dan Kegunaan Penelitian.
3.
Kajian Pustaka
Sebutkan
beberapa hasil penelitian orang lain yang relevan dengan masalah yang diteliti
dan sebutkan beberapa kesimpulan di dalamnya, beserta komentar Anda terhadap
hasil penelitian orang itu.
4.
Pelaksanaan Penelitian
Menjelaskan lokasi,
waktu, karakteristik, informan, dan beberapa hal yang terkait.
5.
Hasil Penelitian
Sajikan hasil
penelitian dengan data yang lengkap, dimulai dari perncanaan, pelaksanaan
pengamatan, dan refleksi yang berisi tentang beberapa aspek keberhasilan.
RAMBU-RAMBU DALAM
MENYUSUN LAPORAN PTK
A.
HALAMAN SAMPUL
B.
HALAMAN PENGESAHAN
C.
ABSTRAK
D.
KATA PENGANTAR
E.
DAFTAR ISI
F.
BAB I PENDAHULUAN:
1.
LATAR BELAKANG
2.
RUMUSAN MASALAH
3.
TUJUAN
4.
HIPOTESIS TINDAKAN
5.
MANFAAT
G.
BAB II KAJIAN
PUSTAKA:
H.
BAB III METODE:
l. RANCANGAN PENELITIAN
a. PERENCANAAN TINDAKAN
b. PELAKSANAAN TINDAKAN
c. PENGAMATAN
d. REFLEKSI
2. SETTING PENELITIAN
3. PENGUMPULAN DATA
4. ANALISIS DATA
I. BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
J. BAB V
PENUTUP
1. SIMPULAN
2.
SARAN
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN.